Dewasa ini, banyak peneliti dan praktisi yang bergerak dalam bidang pangan. Dalam industri pangan sangat dibutuhkan perhitungan yang akurat mengenai bahan pangan, karakteristik bahan pangan hingga mengenai perilaku konsumen. Sehingga, data yang terkumpul tidak hanya diperoleh dari hasil penelitian di laboratorium tetapi juga dari survei konsumen, sebagai pengguna akhir dari produk makanan yang diproduksi. Dalam memahami informasi yang diperoleh diperlukan suatu medote yang jelas dan tentunya pendugaan yang jelas pula. Sejalan dengan dibutuhkannya metode statistik untuk melihat kecenderungan suatu fenomena, ada hal yang terkadang sedikit tidak tepat penggunaannya bagi peneliti dan praktisi, bilamana ada parameter yang sifatnya sangat kualitatif sementara pengambil kebijakan membutuhkan hasil yang kuantitatif. Pada prinsipnya, permasalahan ini telah lama diidentifikasi oleh ahli pangan dengan cara membuat batasan minimum dan prasyarat lainnya.